“Telah mengenakan manusia baru yang terus-menerus diperbaharui untuk memperoleh pengetahuan yang benar menurut gambar Khaliknya” (Kolose 3:10).
Dear friends,
Apa yang baru di tahun ini? Kok semua kembali seperti biasa? Memasuki tahun baru sering membuat kita bertanya-tanya, apa yang bakal terjadi tahun ini? Bagaimana keadaan ekonomi dunia pasca perang dagang Amerika vs China? Bagaimana keadaan Indonesia tahun ini? Apakah tenun kebangsaan kita akan tetap terpelihara? Semua terasa gelap. Kita seperti masuk hutan belantara yang dapat membuat kita tersesat. Apa yang harus kita lakukan? Apakah kita sudah membuat komitmen untuk mengisi tahun ini –bukan menjalani hari tanpa arti- sehingga hidup kita tidak lagi sama seperti tahun lalu? “Perhatikanlah dengan seksama bagaimana kamu harus hidup, janganlah seperti orang bebal.”
Lalu apakah yang kita pakai sebagai dasar dan asumsi dalam menyusun rencana hidup tahun ini? “...Sedang kamu tidak tahu apa yang akan terjadi besok. Apakah arti hidupmu?”
Apakah kita akan kembali pada cara dan gaya hidup kita tahun lalu? Apakah yang baru di tahun yang baru dalam kehidupan kita? Apakah pola pikir kita akan terus diperbaharui dari hari ke hari? Apakah kita mau “terbuka” dan bertanya kepada Allah apa yang mau dilakukan-Nya dengan hidup kita? Apakah setiap bangun pagi kita siap “berangkat” bersama-Nya seperti Abram dalam ketergantungan penuh kepada Allah bahwa Ia tahu apa yang akan dilakukan-Nya terhadap hidup kita, sekalipun kita tidak tahu “tempat” yang kita tuju? “...ia berangkat dengan tidak mengetahui tempat yang ia tuju." Itulah iman kita kepada Allah yang perlu kita pupuk setiap hari, yang perlu diperbaharui tiap hari supaya hidup kita berarti. “Marilah kita melakukannya dengan mata tertuju kepada Yesus”
(Ibrani 11:8, 12:1-2; Yakobus 4:13-15)
Oleh: David J. Tjandra

Komentar
Posting Komentar